MENYOAL PENGGUNAAN HASIL UN UNTUK PSB

Pekan pertama Juli 2009 ini sekolah menengah membuka penerimaan siswa baru (PSB). Setiap sekolah menginginkan mendapat input murid yang berkualitas, terutama sekolah favorit. Salah satu alat seleksi PSB adalah hasil UN SMP untuk mamasuki SMA/SMK/MA dengan mengambil pendaftar yang berada diatas passing grade. Akankah SMA/SMK/MA akan mendapatkan input siswa sesuai harapan?UN (ujian nasional), adalah penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pemerintah. Tujuannya untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi (Suhardjono 2007). Sekolah bermutu akan mendapat nilai UN bagus, ketercapaian kompetensi lulusannya bagus. Tujuan itu bisa dicapai manakala hasil UN hanya digunakan untuk tujuan tersebut, bukan sebagai penentu kelulusan siswa kelas ahir.Selama ini banyak sekolah dengan tingkat kelulusan 100%. Benarkah sekolah tersebut berkualitas? Belum tentu, karena fenomena yang selalu muncul selama pelaksanaan UN adalah banyaknya kecurangan, baik yang dilakukan oleh pihak sekolah, oleh murid, maupun yang oleh murid yang telah disetting sekolah. Hal itu terjadi karena hasil UN digunakan sebagai syarat kelulusan siswa (Deni 2008). Jadi nilai sebagian besar siswa selama pelaksanaan UN bukan nilai murni yang dapat mengukur ketercapaian kompetensi lulusan. Sekolah yang perolehan nilai UN nya tinggi tidak bisa serta merta dikatakan sebagai sekolah yang berkualitas.Tidak dapat dipastikan bahwa siswa yang memperoleh nilai UN tinggi adalah siswa pandai. Bisa saja dia siswa kurang pandai atau lebih rendah dari itu. Siswa seperti itu mendapat keuntungan dua kali, dia bisa terbebas (lulus) dari ketakutan yang selama ini dirasakan oleh seluruh siswa peserta UN dan dia bisa melenggang memasuki sekolah tingkat atas sesuai yang diinginkan. Sebaliknya, sekolah yang menerima siswa tersebut terkecoh oleh bagusnya nilai UN sang anak, sehingga sekolah tersebut tidak mendapat input siswa sesuai harapanLantas apa yang seharusnya dijadikan alat seleksi dalam PSB? Pemanfaatan hasil UN untuk syarat kelulusan sudah waktunya dihentikan. Protes dari berbagai kalangan sudah sering disampaikan. Dari kalangan masyarakat awam hingga pakar pendidikan yang disampaikan dalam pembicaraan tidak resmi, demo terbuka, diskusi, hingga seminar yang digelar di beberapa universitas menolak penggunaan hasil UN sebagai syarat kelulusan siswa. Pemanfaatan hasil UN untuk alat seleksi dalam PSB, relatif tidak ada protes. Sebuah pemikiran mengenai pemanfaatan hasil UN kedepan, adalah dengan tetap memanfaatkan hasil UN sebagai alat seleksi dalam PSB tetapi meniadakan pemanfaatan UN sebagai syarat kelulusan siswa. Dapat diprediksi kemurnian hasil UN akan mendekati angka 100%, sekolah-sekolah akan mendapat input siswa sesuai harapan dan mutu pendidikan akan meningkatJadi untuk saat ini kurang tepat jika menerima murid baru berdasarkan nilai UN. Barulah akan tepat jika nilai UN sudah tidak menjadi syarat kelulusan siswa. (Sukarlan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar